Warta Travel

Jurnal Wisata & Travel

Travel Destination

Menapaki Peninggalan Belanda di Negeri Sriwijaya

bangunan belanda

Lebih dari 3 abad Indonesia dijajah oleh Belanda, mulai dari VOC di awal 1600-an sampai pemerintah kolonial Belanda pada 1700-an sampai 1940-an. Tentunya itu bukan waktu yang singkat bagi penjajah yang singah dan mengerus harta tanah air Indonesia. Selama kurun waktu 3 abad itu Belanda telah banyak menyiksa rakyat Indonesia dan mereka pun telah menjadikan negara ini sebagai tanah air kedua bagi mereka karena hampir separuh orang Belanda saat itu pernah menetap dan tinggal lama di tanah jajahan Indonesia.

Demi menjadikan Indonesia sebagai tempat tinggal kedua setelah tanah kelahiran mereka di Belanda, pemerintah kolonial banyak membangun pemukiman sebagai tempat tinggal bagi warga Belanda yang saat itu banyak yang beredar di Indonesia, selain rumah tinggal yang dibangun mewah demi kenyamanan para penjajah beserta noni-noninya, pemerintah kolonial pun membangun banyak bangunan-bangunan perkantoran yang megah untuk mensukseskan keberlangsungan mereka di tanah jajahan. Terhitung sangat banyak sekali bangunan kolonial yang masih tersisah di Indonesia, selain sebagai monumen bagi rakyat untuk mengenang bahwa dahulu kita pernah dijajah lebih dari 3 abad oleh penjajah Belanda, bangunan-bangunan itupun saat ini banyak diahli fungsikan sebagai kantor pemerintahan setempat atau sebagai museum, dimana semua itu dilakukan agar perawatan bangunan sisa kolonial bisa lebih terkontrol, nyatanya cara itu cukup ampuh banyak bangunan kuno sisa kolonial yang masih gagah berdiri hingga saat ini walaupun usianya sudah lebih dari 100 tahun sekali pun.

Bagunan Kolonial yang Ada Di Palembang
Sebagian besar bangunan kuno sisa kolonial banyak terdapat di Pulau Jawa karena saat itu Pulau Jawa merupakan pusat pemerintahan dari Belanda. Akan tetapi, banyak pula sisa bangunan kuno kolonial Belanda yang terdapat di daerah-daerah lain seperti Sumatera, Sulawesi, dan Bali walaupun keberadaannya tidak sebanyak di Pulau Jawa.

Sampai akhir 1960-an di Palembang masih banyak terdapat bangunan sisa kolonial Belanda yang berdiri gagah dipinggiran sungai Musi tapi saat pembangunan Jembatan Ampera (1962) sebagian besar dari bangunan kolonial tersebut dihancurkan untuk pembebasan lahan guna pembangunan jembatan tersebut.

Setelah Jembatan Ampera selasai dibangun (1965) di atas tanah yang dulunya banyak terdapat sisa bangunan kuno kolonial, kemudian banyak lagi bangunan sisa kolonial Belanda yang tanpa sebab yang pasti dihancurkan rata dengan tanah guna dibangun gedung-gedung baru yang mereka anggap lebih baik dan lebih modern salah satu contohnya adalah kantor pos besar Kota Palembang yang dahulu berupa bangunan bekas kantor pos milik Belanda, akhirnya pada 1970-an dihancurkan dan diganti dengan bangunan baru seperti yang saat ini masih berdiri dan bisa kita saksikan.

Kebijakan yang salah dari pemerintah saat itu dalam menangani bangunan-bangunan kuno membuat tidak banyak bangunan kuno sisa Belanda yang tersisa di Palembang, adapun bangunan yang saat ini tersisa tidak banyak dan hanya sebagian yang terawat seperti Balai Prajurit, Kantor Pusat DLAJ, Perumahan Belanda di Talang Semut, beberapa gereja Belanda, Kantor Ledeng (Kantor Wali Kota Palembang) dan Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Dari semua bangunan kuno Belanda yang terawat dan utuh di Palembang ada beberapa yang saat ini menjadi landmark kota yaitu Kantor Ledeng (Kantor Wali Kota Palembang) dan Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Bangunan tersebut saat ini merupakan saksi bisu bahwa dahulu Palembang pun sempat terjajah oleh Belanda. Sebagai pemuda generasi sekarang tentunya bagunan kuno yang tersisa tersebut merupakan harta yang sangat berharga bagi kita karena saat ini bangunan kuno semacam itu sangat langkah dan sulit untuk ditemukan ditengah-tengah hutan beton bangunan modern di kota metropolis yang padat.

Sebagai anak bangsa yang menghargai sejarah kita harus turut melestarikan bangunan sisa penjajah Belanda tersebut karena dari sana kita dapat belajar mengenai sejarah perjuangan pahlawan kita saat mengusir penjajah Belanda dari Bumi Pertiwi, bukanlah kebencian yang kita tunjukan kepada bangunan kuno tersebut karena dianggap sebagai sisa-sisa kolonialisasi di negeri ini, bangunan kuno tersebut tidak salah justru bangunan tersebut harus kita rawat karena bagunan kuno tersebut merupakan aset bagi negeri ini baik sebagai aset ilmu pengetahuan sebagai tempat belajar kita mengenai jejak kolonialisasi di tanah air tercinta juga sebagai aset wisata bagi wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung bangunan sisa penjajah yang masih gagah berdiri sampai saat ini.

Kantor Ledeng (Menara Air) dan Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Bercerita tentang jejak kolonialisasi di Palembang lewat sisa bangunannya tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas mengenai Kantor Ledeng dan Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II karena selain bangunannya yang berarsitektur unik dan indah juga karena hanya bangunan inilah yang benar-benar terlihat sedikit terawat diantara bangunan kolonial lainnya yang masih tersisa.

1. Kantor Ledeng (Menara Air)
Kantor Ledeng (Menara Air) sendiri merupakan bagunan buatan Belanda yang dirancang oleh seorang arsitek yang berasal dari Surabaya bernama Ir. S. Snuijf pada tahun 1929, secara resmi bangunan Kantor Ledeng digunakan pertama kali pada tahun 1930an. Bangunan Kantor Ledeng sendiri memiliki beberapa tingkatan dimana tingkat pertama sejak jaman Belanda telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang dan tingkat paling atas digunakan sebagai tempat penampungan air bersih atau ledeng untuk semua warga yang tinggal di Palembang saat itu terutama warga Belanda yang tinggal di sekitar Jalan Tasik saat ini dan Dempo yang lokasinya memang tak jauh dari menara Kantor Ledeng.

Secara spesifik Menara Air (Kantor Ledeng) memiliki tinggi 35 m dengan kapasitas air yang bisa ditampung mencapai 1.200 meter kubik dan luas menara yang terletak di jalan Merdeka ini adalah 250 meter persegi .

Menara air Kantor Ledeng ini dibuat sebagai upaya pemerintah Gemeente Palembang saat itu untuk menyediakan air bersih. Pada masa itu Sungai Musi yang dijadikan satu-satunya pemenuhan kebutuhan air bagi warga Palembang dianggap kurang baik karena saat itu air Sungai Musi memang dijadikan one stop washing mulai dari mencuci beras (makanan), mencuci pakaian, hingga mencuci badan. Sehingga membuat pemerintah kolonial merasa perlu memberikan air bersih bagi warganya. Adapun biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda saat itu untuk membangun Kantor Ledeng (Menara Air) adalah seharga 1 ton emas, harga ini sendiri 1/3 dari nilai yang pernah ditetapkan oleh Ir. Th. Karsten pembuat master plan kota Palembang yaitu sebesar 3 ton emas.

Menara Air (Kantor Ledeng) ini sendiri telah beberapa kali berahli fungsi dimana pada saat pertama kali berdiri digunakan sebagai tempat penampungan air bersih dan pusat pemerintahan Gemeente Belanda, kemudian saat jaman Jepang (1942-1945) dijadikan sebagai Syuco-kan atau Kantor Residen Palembang jaman Jepang, lalu di jadikan balai kota hingga tahun 1956, gedung ini juga pernah menjadi saksi bisu aksi heroism pemuda Palembang saat Kemerdekaan RI diproklamasikan dimana pemuda saat itu mengibarkan bendera merah putih di empat penjuru sisi Kantor Ledeng pada 17 Agustus 1945, hingga akhirnya sejak 21 Agustus 1963 Kantor Ledeng (Menara Air) digunakan sebagai Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang (Kantor Walikota Palembang) atau tempat berkantor orang nomor satu di Palembang sampai saat ini.

2. Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Banyak yang beranggapan bahwa Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II saat ini adalah rumah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin II, anggapan itu salah besar karena Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan bangunan bekas Rumah Komisaris Belanda (regeering commisaris).

Kenyataan yang benar adalah Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dibangun di atas lahan yang dulunya adalah rumah atau keraton tempat tinggal Sultan Mahmud Badaruddin II. Dahulu sebelum kekalahan Kesultanan Palembang Darusalam pada tahun 1821 di atas bagunan yang saat ini bernama Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berdiri sebuah komplek keraton Kesultanan Palembang Darussalam yang bernama Keraton Kuto Lamo, di keraton yang berdempetan langsung dengan Beteng Kuto Besak (Keraton Kuto Besak) inilah Sultan Mahmud Badaruddin II tinggal.

Namun, pada tahun 1821 saat Kesultanan Palembang Darusalam ditaklukan oleh Belanda (pada Perang Palembang Ke II dengan ditandai ditangkapnya Sultan Mahmud Badaruddin II yang kemudian diasingkan ke Ternate) Keraton Kuto Lamo dibumi hanguskan, kemudian di atas reruntuhan puing Keraton Kuto Lamo dibangun Rumah Komisaris Belanda (regeering commisaris). Bahan bangunan seperti lantainya diambil dari lantai bekas Keraton Kuto Lamo. Adapun Komisaris Belanda yang pertama kali menempati bangunan ini pada tahun 1825 adalah J.L. van Sevenhoven.

Kemudian setelah Belanda kalah dan Indonesia merdeka bangunan bekas Rumah Komisaris Belanda tersebut berahli fungsi menjadi Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (bagian atas bagunan) dan Kantor Dinas Pariwisata Kota Palembang (bagian bawah bangunan).

42 Comments

  1. Nelly Herawati

    SEJARAH KERAJAAN KERAJAAN DI INDONESIA. Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya yang gigih berjuang mengusir Belanda Wilayahnya Kita ini jadi tidak damai karena para penjajah di dalam negeri sendiri .

  2. Yenny Chyutia Dewi

    Menapaki Jejak Sang Naga di Bogor If Tomorrow never Comes. yaitu menyusuri gedunggedung tua peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Ir com20120229menapakijejaksangnagadibogor di Negeri 5 Menara the .

  3. Tandri Wijaya

    Kerajaan Sriwijaya Seberkas Sejarah. Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya di karenakan terbatasnya peninggalan Belanda di .

  4. Nanang Taufik Dwiantopo

    Bangunan Kolonial Di Kota Palembang Arumaarifus Blog. Demi menjadikan Indonesia sebagai tempat tinggal kedua setelah tanah kelahiran mereka di Belanda kolonialisasi di negeri adalah rumah peninggalan .

  5. Muhammad Rudy Maskito

    Kerajaan Budha di Indonesia Cy Tifunk Thea. Kerajaan yang bercorak Budha Sriwijaya di Sumatera dan orang Belanda di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya .

  6. Veranika Sitorus

    Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalannya History is Delicious. Peninggalan Sriwijaya juga ditemukan di dan pemerintah kolonial Belanda di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya .

  7. Usman Khusyaeri

    WARTA SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA. Prasasti tersebut di berinama sesuai dengan tempat berada prasasti itu sekarang yaitu di KITLV Leiden Belanda sriwijaya juga memiliki peninggalan NEGERI .

  8. Sonny Rompis

    KERAJAAN SRIWIJAYA Sejarah Interaktif. ketika sarjana Perancis George Cds mempublikasikan penemuannya dalam koran berbahasa Belanda di mana raja Sriwijaya di Kadaram peninggalan arkeologi .

  9. Vitra Marhan

    SEJARAH INDONESIA Kerajaan Sriwijaya. Raja Balaputra Dewa lari ke Sriwijaya Di Kerajaan raja terkenal di kerajaan sriwijaya XI SIA 2 SMA NEGERI 1 islammasuknya belandainggrisapalagi jepang .

  10. Susniwaty Angat

    Aulia Tasman Sejarah Kerajaan Melayu Kuno. Dengan berpedoman kepada lokasi Sriwijaya di Palembang dan pusat kerajaan Sriwijaya Sarjana Belanda bernama FM negeri Sriwijaya .

  11. Muhammad Syaiful

    10 Hotel peninggalan Belanda di Indonesia Media Ranah Jaya. Sejarah hotel bersejarah hotel peninggalan belanda di Indonesia hotel itu berubah menjadi Hotel Sriwijaya 4 pemandangan negeri kincir .

  12. Wirawan Setiaputra

    Sejarah Kerajaan Sriwijaya TUNTUNGAN BLOG. ketika sarjana Perancis George Cds mempublikasikan penemuannya dalam koran berbahasa Belanda di mana raja Sriwijaya di Kadaram peninggalan arkeologi .

  13. Ririn Imelda Kaban

    Menapaki Peninggalan Belanda Di Negeri Sriwijaya Warta . Travel Destination Tempat Kemping Terbaik di Dunia Travel Destination Ahmedabad Destinasi Wisata India Bakal Tersohor Travel Destination.

  14. Muhyarsyah

    WARTA SEJARAH PRASASTIPRASASTI PENINGGALAN KERAJAAN . PrasastiPrasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Sebagai melakukan kejahatan di kedatuan Sriwijaya dan tidak LUAR NEGERI KOREA .

  15. Yuana Meida

    INDONESIA PENINGGALAN SEJARAH. Berikut adalah peninggalanpeninggalan sejarah yang ada di Dari nomor 9 sampai dengan nomor 13 adalah prasastiprasasti tentang kerajaan Sriwijaya .

  16. Risma Margaretha Hutahaean

    Menapaki Peninggalan Belanda di Negeri Sriwijaya. Lebih dari 3 abad Indonesia dijajah oleh Belanda mulai dari VOC di awal 1600an sampai pemerintah kolonial Belanda pada 1700an sampai 1940an Tentunya itu bukan .

  17. Tina Sutjiadi

    Kerajaan Tradisional di Indonesia Share and Discover . KERAJAAN SRIWIJAYA Pusat kerajaan Sriwijaya terletak di di Kadiri BUKTI PENINGGALAN di Kuin yang hancur diserang Belanda pada .

  18. Tiana Diansari

    IPS Kelas V SD Semester 2 Peninggalan Sejarah Kerajaan . luar negeri Pada tahun 1025 Sriwijaya 1911 di bawah pimpinan Th Van Erp dari Belanda Peninggalan Sejarah Kerajaan Hindu di .

  19. Suliangsono Laytno

    Kerajaan Kalingga Sejarah dan Budaya Nusantara. adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa dan catatan dari negeri kuat jaringan perdagangan SriwijayaBuddha Prasasti Peninggalan .

  20. Willian Tunggadi

    Pendidikan di indonesia pada masa penjajahan. ada di negeri Belanda peninggalan situs perguruan tinggi Sakyakirtiyang memiliki reputasi internasional di wilayah kerajaan Sriwijaya .

  21. Widya Dorkas Parsaulian

    Kota Palembang Wikipedia bahasa Indonesia ensiklopedia . Toko di atas rakit di Palembang pada masa Hindia Belanda salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan di antara keluarga kain tenun Islam Negeri di .

  22. Rita Arifia

    Peninggalan Presiden Soekarno di Pulau Flores ekoqren. Sebagai presiden pertama di negeri Bung Karno detikTravel pun menapaki sejarah beliau di rumah ini Belanda untuk mencegah gerakan dan .

  23. Merlin Thiosdor

    5 Bangunan Kuno Peninggalan Kesultanan Banten Ilham Blog . 5 Bangunan Kuno Peninggalan Kesultanan Banten Pada tahun 1832 Belanda menghancurkannya saat terjadi peperangan 20 Destinasi Wisata Menarik di Negeri Para .

  24. Siska Lily

    Kerajaan Sriwijaya Sejarah Peninggalan Raja Prasasti . Artikel dan Makalah tentang Kerajaan Sriwijaya Sejarah Peninggalan Sedangkan sumber luar negeri terdiri dari Prasasti Ligor 775 di diri di Sriwijaya .

  25. Tony Panondang Silitonga

    Kerajaan Sriwijaya. Beberapa peninggalan Sriwijaya juga ditemukan di Palembang Darussalam dan Belanda pengarang melokasikan negeri Sriwijaya Shihlifoshih di Palembang .

  26. Tanzery Sutanto

    KERAJAAN HINDUBUDDHA DAN ISLAM DI INDONESIA Sejarah. Sekitar tahun 690 Sriwijaya telah Masa pemerintahan Raffles di Indonesia memberikan banyak peninggalan yang Sementara itu kondisi di negeri Belanda dan .

  27. Tony Setiawan Gani

    Sriwijaya Wikipedia bahasa Indonesia ensiklopedia bebas. sebelum kolonialisme Belanda Sriwijaya disebut Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang Sriwijaya di Sumatera dan .

  28. Pratomo Widodo

    Sejarah Indonesia Wikipedia bahasa Indonesia . Sriwijaya di Asia Tenggara dan Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli begitupula Negeri Kedudukan Belanda di Maluku semakin .

  29. Yohan Krisdianto

    Peninggalan Sejarah Kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia . luar negeri Pada tahun 1025 Sriwijaya diserbu 1911 di bawah pimpinan Th Van Erp dari Belanda Peninggalan Sejarah Kerajaan Hindu di .

  30. Popy Andayani

    B Peninggalan Sejarah Kerajaan Buddha di Indonesia for . B Peninggalan Sejarah Kerajaan Buddha di Indonesia C Peninggalan Bangunan dari dalam dan dari luar negeri Pada tahun 1025 Sriwijaya diserbu Raja .

  31. Maxie Kandou

    BENTUK PENINGGALAN SEJARAH DI INDONESIA asa generasiku. Prasasti Sriwijaya dari Sumatera Prasasti Ciaruteun di Jawa Barat peninggalan kerajaan Taruma Negara .

  32. Meta Kartin

    UserSupriyadidedisandbox Wikipedia the free encyclopedia. Patung Adityawarman ditemukan oleh pemerntah Hindia Belanda di Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sriwijaya Jepang di Kayu Angus Peninggalan .

  33. Rudy Sardjono

    PENINGGALAN SEJARAH DARI MASA HINDUBUDHA DAN ISLAM DI . Kerajaankerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalan dalam dan dari luar negeri Pada tahun 1025 Sriwijaya diserbu RajaColamandala Belanda ia dijuluki .

  34. Santika Banondari

    D Peninggalan Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia for IPS . sebagai kerajaan maritim dan pusat perdagangan di Asia Tenggara Kerajaan Sriwijaya di Indonesia Timur untuk menentang Belanda di Indonesia 2Peninggalan .

  35. Nizar Hilmy

    Sejarah Lengkap Kerajaan Sriwijaya Sejarah Indonesia . ketika sarjana Perancis George Cds mempublikasikan penemuannya dalam koran berbahasa Belanda di mana raja Sriwijaya di Kadaram peninggalan arkeologi .

  36. Muchammad Saiful Rotib

    Prasasti Kota Kapur Wikipedia bahasa Indonesia . Prasasti Kota Kapur adalah prasasti berupa tiang batu bersurat yang ditemukan di negeri Belanda dengan merupakan peninggalan masa Sriwijaya dan membuka .

  37. Muhammad Rizkillah

    Dagoeng Taman Rumah Peninggalan Belanda. Hunipopu Puing kapal pengangkut Barang peninggalan Belanda Portugis di nasib di negeri orang prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang .

  38. Yudi Ardiansyah Nofri

    Kesultanan Kerajaan Aceh Sejarah Peninggalan Pendiri . Sejarah Peninggalan Pendiri ia lebih mementingkan pembangunan dalam negeri daripada pihak Inggris dan Belanda mengadakan perjanjian di .

  39. Neneng Riyanti

    Kerajaan Sriwijaya Sejarah dan Budaya Nusantara. oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda negeri mereka Tahun raja di Sriwijaya.

  40. Nelly Susanti

    Kerajaan Siguntur Wikipedia bahasa Indonesia . kerajaan ini juga bernaung di bawah kerajaan Ketika Belanda berhasil masuk oleh Bagian Proyek PelestarianPemanfaatan Peninggalan Sejarah dan .

  41. Yetty Marlinda

    Sriwijaya Kerajaan Besar Yang Tetap Jadi Misteri Aspal . mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Tersebut Di di temukan nya yaitu di KITLV Leiden Belanda .

  42. Rahmawati Wahyu Sukarman

    Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya MuridGuru. Berikut adalah beberapa prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau negeri Belanda .

Leave a Reply

Theme by Anders Norén