Home » Travel Destination » Potensi Wisata Tana Toraja

Potensi Wisata Tana Toraja

Potensi Wisata  Tana Toraja

Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang terletas sekira 328 kilometer di utara kota Makassar. Sebagai daerah wisata, Tana Toraja berada pada ketinggian 300 hingga 2880 meter dari permukaan laut dengan suhu antara 16-28 derajat celcius. Tana Toraja menyimpan banyak potensi wisata yang layak dikembangkan.

Saat memasuki daerah Salubarani perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang, wisatawan bisa melihat hamparan sawah menghijau, bukit kapur menjulang tinggi dengan latar pegunungan biru berkabut. Rumah tradisional berukiran unik dengan atap melandai ke atas bisa dijumpai hampir di semua wilayah ini. Tidak salah jika Tana Toraja menjadi pilihan untuk menghabiskan hari liburan.

Berikut ini beberapa potensi wisata dan budaya yang ada di Tana Toraja:

1. Kolam Makale
Makale adalah Ibu Kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Tana Toraja. Di pusat kota Makale terdapat sebuah kolam besar yang di tengahnya terdapat Patung Lakipdada berukuran besar. Kolam ini biasanya sebagai tempat bersantai bagi wisatawan sambil menikmati keindahan alam pegunungan yang bisa dilihat dari kolam Makale.

2. Tilangnga
Tilangga adalah sebuah permandian alam yang berbentuk kolam terletak di Kecamatan Makale Utara sekira 11 meter dari Kota Makale. Mata air yang bersumber dari pegungunan sekitarnya mengalir dari celah batu-batu kapur yang tidak pernah kering meski pada musim kemarau panjang.

Di kolam hidup belut-belut besar yang tidak membahayakan pengunjung yang berenang. Konon, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, setiap pengunjung yang melihat keberadaan belut penghuni kolam itu akan membawa keberuntungan.

3. Sarambu Assing
Sarambu Assing terletak di bagian barat Kabupaten Tana Toraja di Kecamatan Bittuang atau sekira 35 kilometer dari kota Makale. Sarambu Assing merupakan kawasan objek wisata air terjun yang berasal dari pegunungan dan hutan yang masih asri. Wisatawan terlebih dahulu menelusuri jalan setepak di kawasan hutan pinus yang masih asri untuk sampai ke air terjun mirip air terjun Bantimurung yang ada di Kabupaten Maros.

Objek wisata Sarambu Assing juga potensi dikembangkan untuk wisata alam. Sejak air terjun Sarambu Assing dibuka untuk umum, objek wisata alam mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara terutama pada hari libur dan akhir pekan.

4. Pangopango
Pangopango terletak sekira tujuh kilometer arah selatan Kota Makale merupakan sebuah kawasan hutan tropis dengan kesejukan alam yang alami. Di atas ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut wisatawan disajikan pemandangan alam luar biasa indahnya. Kita juga bisa melihat seluruh Kota Makale dan Kota Rantepao dari puncak Pangopango. Kawasan ini sangat potensial dikembangkan menjadi wisata alam dan agrowisata.

5. Lemo
Lemo terletak sekira sembilan kilometer dari arah utara Kota Makale. Objek wisata yang berada di Kecamatan Makale Utara itu terdapat kuburan batu pahat sebagai situs pemakaman bagi para kepala suku di Toraja saat itu. Didepan liang (kubur) terdapat patung (tau-tau) sebagai replika orang yang dimakamkan. Di sekitar objek wisata Lemo juga terdapat tempat pembuatan tau-tau dan kios yang menjual berbagai souvenir khas toraja.

6. Rumah adat Toraja
Rumah adat Toraja berbeda dengan rumah adat di daerah lain. Atap rumah yang melandai ke atas menyerupai perahu. Keunikan lainnya dari rumah adat Toraja, bagian depan rumah terdapat deretan tanduk kerbau dan bagian dalam rumah terdapat tiga ruangan. Dinding rumah juga dihiasi dengan ukiran khas toraja.

7. Ma’badong
Ma’badong merupakan tarian khas Toraja pada ritual adat rambu solo (kedukaan). Tarian ini dilakukan secara berkelompok. Para penari membentuk lingkaran sambil melantunkan nyanyian duka. Gerakan tangan dan kaki para penari disesuaikan dengan irama lagu.

Leave a Reply

Copyright © 2011 Warta Travel.
Powered by WordPress.